Daripada Maling Ikan, China Diminta Bangun Pabrik Pengolahan di RI

Daripada Maling Ikan, China Diminta Bangun Pabrik Pengolahan di RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 09 Mei 2016 19:17 WIB
Daripada Maling Ikan, China Diminta Bangun Pabrik Pengolahan di RI
Foto: Adi Saputro/detikcom
Jakarta - Para nelayan asal China merupakan salah satu negara yang kapalnya kerap ditangkap dan diledakkan karena terbukti mencuri ikan dari perairan Indonesia. Kondisi ini terus diperangi.

Namun, Pemerintah Indonesia menawarkan solusi kepada Pemerintah China agar pengeboman dan penangkapan terhadap kapal nelayan asal China bisa dihentikan.

"Kemudian ada lagi untuk kerja sama dalam bidang perikanan. Memang ada masalah yang dihadapi nelayan dari China," kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Ekonomi, Rizal Affandi Lukman setelah acara 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue RI-China di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (10/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pebisnis perikanan asal China diminta berinvestasi di Indonesia. Mereka bisa membangun pabrik pengolahan hasil perikanan dan kelautan di tanah air.

"Tapi tadi sepakat nanti akan dikerjasamakan, terutama mengundang investor dari China untuk investasi di Indonesia untuk pengolahan hasil perikanan," jelasnya.

Bila ingin menangkap ikan di perairan nusantara, nelayan asal Negeri Tirai Bambu bisa meregistrasikan kapalnya agar berbendera Indonesia

"Bila ingin juga beroperasi di Indonesia harus berbendera Indonesia. Jadi tadi diusulkan oleh Bapak Menko (Darmin Nasution) seperti itu," ujarnya. (feb/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads