"Permintaan China untuk palm oil ini dari dunia itu sekitar 2,7 juta ton jadi kita menyuplai hampir separuh tapi belum sepenuhnya, sehingga masih bisa kita tingkatkan," kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Ekonomi, Rizal Affandi Lukman setelah acara 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue RI-China di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (10/5/2016).
Dari pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan China yang berlangsung tadi pagi, kedua pihak sepakat untuk urusan perdagangan CPO. China siap menerima lebih banyak minyak sawit dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembicaraan tadi, kedua pihak membahas kerangka perjanjian pasar bebas China dan ASEAN (China ASEAN Free Trade Agreement). China bersedia membuka peluang untuk memperkecil bahkan membuat biaya masuk menjadi 0% untuk produk komoditas negara Asia Tenggara, misalnya produk CPO asal Indonesia.
Ada juga rencana menambahkan daftar produk hilir Indonesia yang bisa memasuki pasar China.
"Saat ini sedang dirundingkan. Ada 30 komoditas andalan kita, contohnya karet yang saat ini biaya masuknya 20%. Jadi kalau itu bisa diturunkan menjadi 0%, potensi ekspor karet kita akan meningkat. CPO kita saat ini juga dikenakan sekitar 6%-7% juga akan meningkat," tuturnya. (feb/drk)










































