JK: Jangan Mudah Tuding Pedagang Beras Sebagai Mafia

JK: Jangan Mudah Tuding Pedagang Beras Sebagai Mafia

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2016 11:47 WIB
JK: Jangan Mudah Tuding Pedagang Beras Sebagai Mafia
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Ketika beras mulai langka, harganya pasti melambung dan yang disalahkan adalah para pedagang. Ujung-ujungnya, para pedagang perantara ini seringkali dicap sebagai mafia.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), pedagangan itu punya peran penting dalam penyebaran beras. Jangan sampai para pedagang ini selalu dituding sebagai pihak yang memainkan harga beras.

"Fungsi Bulog hanya 7% di distribusi, sisanya 93% itu di pedagang, penggilingan swasta, dan lainnya. Main distributor itu pedagang, jangan selalu mudah itu Kementan dan Kemendag itu sebut mafia. Jangan kesalahan produksi turun disalahkan distribusinya," kata JK saat memberikan kuliah umum di acara syukuran HUT ke-49 di kantor pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan, beras merupakan komoditas yang tak mudah ditimbun karena tak bisa bertahan lama. Selain itu, lanjutnya, tak banyak pedagang beras yang memiliki gudang yang cukup untuk menimbun beras.

"Beras nggak mudah ditimbun karena nggak bisa tahan setahun. Tidak banyak orang punya gudang sebesar kaya Bulog. Ada (pedagang) main harga pasti ada, tapi permainan harga itu tak sejahat yang kita dengar," ujar JK.

Menurutnya, banyak masalah yang terjadi dalam rantai pasok beras dari petani sampai ke konsumen akhir. Masalah tersebut seperti panjangnya mata rantai, geografis Indonesia yang kepulauan, dan sentra produksi beras yang terpusat di Jawa.

"Analisa (gejolak harga beras) timbul karena tingkat produksi dan kelancaran logistik. Pahami dulu sebelum salahkan orang lain," tandas JK. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads