Jokowi Targetkan Bangun Rel 3.285 Km, Baru Tersambung 47 Km

Jokowi Targetkan Bangun Rel 3.285 Km, Baru Tersambung 47 Km

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2016 13:57 WIB
Jokowi Targetkan Bangun Rel 3.285 Km, Baru Tersambung 47 Km
Foto: feby dwi sutianto
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi target untuk membangun 3.285 kilometer (km) jalur kereta baru. Jalur tersebut berada di lintas Sumatera, lintas selatan Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Target tersebut di luar rencana pembangunan kereta pelabuhan dan kereta bandara.

Program itu masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Renstra Perkeretaapian 2015-2019.

Dari target tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru membangun 47 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2015 yang baru selesai Binjai-Besitang (lintas Sumatera) 20-30 km dan Trans Sulawesi (Makassar-Pare Pare) 17 km," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko saat acara press background di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Persoalan tersebut bukan tanpa sebab. Kemenhub mengakui ada kendala pendanaan dalam pembangunan jalur rel baru. Sebagai ilustrasi, setiap 1 km rel baru membutuhkan investasi US$ 2 juta.

Persoalan lain muncul saat anggaran untuk Ditjen Perkeretaapian juga dipangkas sehingga menyebabkan penundaan pengembangan ruas rel baru.

"Paling berat itu soal kendala. Kalau kita ada dana, 1.000 km per tahun bisa dibangun," tambahnya.

Hermanto mengaku target rel baru km 3.258 hingga 2019 tampaknya susah tercapai, apalagi hanya mengandalkan alokasi APBN.

"Target 3.258 km memang bombastis. Kalau hanya mengandalkan APBN murni, itu nggak akan tercapai," sebutnya. (feb/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads