Program itu masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Renstra Perkeretaapian 2015-2019.
Dari target tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru membangun 47 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan tersebut bukan tanpa sebab. Kemenhub mengakui ada kendala pendanaan dalam pembangunan jalur rel baru. Sebagai ilustrasi, setiap 1 km rel baru membutuhkan investasi US$ 2 juta.
Persoalan lain muncul saat anggaran untuk Ditjen Perkeretaapian juga dipangkas sehingga menyebabkan penundaan pengembangan ruas rel baru.
"Paling berat itu soal kendala. Kalau kita ada dana, 1.000 km per tahun bisa dibangun," tambahnya.
Hermanto mengaku target rel baru km 3.258 hingga 2019 tampaknya susah tercapai, apalagi hanya mengandalkan alokasi APBN.
"Target 3.258 km memang bombastis. Kalau hanya mengandalkan APBN murni, itu nggak akan tercapai," sebutnya. (feb/hns)











































