Namun, JK optimistis pertumbuhan ekonomi bisa kembali stabil setelah masing-masing kementerian mulai melaksanakan proyek yang direncanakan.
"Ya memang awal tahun ini kan seperti diumumkan oleh BPS kan terjadi penurunan. Nah, salah satunya memang karena banyak pada beberapa kementerian dia punya penyerapannya masih rendah, tapi itu dapat dipahami karena selalu awal tahun itu dalam proses tender. Tapi jangan lupa pertumbuhan triwulan I ini lebih baik daripada triwulan I tahun sebelumnya. Tapi memang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan akhir tahun lalu," ujar JK kepada wartawan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh iya tentu optimis karena program pemerintah proyek-proyek itu hampir sudah jalan, semua sudah tender semua," imbuhnya.
Perencanaan proyek program pemerintah menurutnya harus dilakukan secara matang agar pelaksanaannya tepat waktu sehingga tidak ada anggaran yang sekadar mengendap di kementerian.
JK menyebutkan, kinerja baik Kementerian Pekerjaan Umum mengoptimalkan penggunaan anggaran sehingga proyek yang disiapkan dapat terlaksana.
"Karena ada aturannya proyek tidak bisa dimulai tanpa anggarannya keluar. Tender prosesnya boleh, PU yang bagus. Tapi hal-hal lainnya masih butuh waktu. Jadi karena PU sudah menyiapkan proyeknya jauh-jauh sebelumnya, jalan diperpanjang atau macam-macam. Untuk jalan-jalan lainnya, kementerian belum punya perencanaan yang sebaik PU," ujarnya.
Persoalan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2016 yang melambat menjadi 4,92% dibandingkan kuartal IV-2015 yang di atas 5% sebelumnya disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka sidang kabinet di Istana hari ini.
Di hadapan para menteri, Jokowi mengingatkan soal pentingnya menggenjot penggunaan anggaran sejak awal tahun.
"Seperti yang sudah saya ingatkan pada Desember, awal Januari agar yang namanya belanja, pembelanjaan itu ditarik ke awal tahun di Januari, di Februari. Terutama yang berkaitan dengan belanja modal, belanja barang, tapi prioritas di belanja modal," jelas Jokowi.
Optimalisasi penggunaan anggaran kementerian menurut Jokowi dapat memacu pertumbuhan ekonomi di pusat dan daerah.
"Ini sudah saya ulang terus tapi kelihatannya pada awal tahun yang lalu yang bergerak hanya 1-3 kementerian. Yang lainnya saya enggak tahu, lupa atau memang terjebak pada rutinitas-rutinitas yang ada," tegas Jokowi. (fdn/drk)










































