Palembang sendiri menjadi tuan rumah bersama Jakarta dalam penyelenggaraan pesta olah raga negara-negara Asia.
"LRT Palembang bisa kita kejar di 2018," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko saat acara press background di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya, Kemenhub masih menunggu pengesahan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan penganggaran tahun jamak (multi years) proyek LRT Palembang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Memang kita belum bisa kontrak karena ada revisi DIPA dan izin kontrak multi years. Ini sedang kita urus. Kita targetkan sebulan ini bisa selesai," sebutnya.
Untuk sistem pembayaran proyek, Kemenhub nantinya menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Proyek ini akan dikerjakan dan dibiayai oleh pihak kontraktor terlebih dahulu, selanjutnya baru dibayarkan oleh Kemenhub.
"Kalau ini dikerjakan baru bayar. Kalau dapat green light BPKP baru dibayar," sebutnya. (feb/hns)











































