Anomali Beras: Data Produksi Surplus, Harganya Lebih Sering Naik

Anomali Beras: Data Produksi Surplus, Harganya Lebih Sering Naik

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2016 07:10 WIB
Anomali Beras: Data Produksi Surplus, Harganya Lebih Sering Naik
Foto: Cindy Audilla
Jakarta - Ada masalah unik yang klasik masih terjadi, dan belum terpecahkan pada sejumlah komoditas pangan, seperti beras. Saat pasokan seret, harga melonjak tajam. Demikian pula saat stok dianggap surplus, tak selalu berbanding lurus dengan turunnya harga.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Maulana, mengungkapkan ada anomali pasar pada suplai kebutuhan pangan dari sisi data riil. Artinya, data yang dihitung berdasarkan luasan tanam dan masa panen menyatakan suplus, namun di lapangan hal tersebut tak terjadi.

"Menurut kami beras itu anomali ke produksi. Data juga perlu diperbaiki, misalkan 1 hektar menghasilkan 9 ton gabah, padahal cuma 5 ton per hektar riilnya. Maka kalau dikali ribuan hektar akan berapa banyak biasnya," ujar Maulana, ditemui di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (10/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maulana menuturkan, selain selisih yang lebar dengan produksi riil, data semakin bias jika terjadi gangguan cuaca yang lebih sulit diprediksi seperti sekarang. Sementara dari sisi konsumsi, tak mengalami pergeseran berarti dari tahun ke tahun.

"Anomali lebih ke cuaca, bukan ke konsumsi beras. Ibaratnya saat ini orang makan dari dulu tetap 3 kali sehari, bukan berubah 4 kali sehari. Kalau konsumsi bisa sangat tepat hitungannya, kalau suplai sangat tergantung cuaca juga," jelas Maulana. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads