Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Maulana, menjelaskan kenaikan harga pangan saat puasa dan Lebaran bukan semata disebabkan oleh perilaku menaikkan harga di tingkat pedagang, melainkan juga kenaikan pada distribusi dan logistik.
"Biasanya semua barang tiba-tiba naik itu karena biaya logistik naik. Yang bikin naik itu bukan pedagang. Kayak tiket pesawat kan juga naik kalau Lebaran, itu normal," kata Maulana, ditemui di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira anomali biasa kalau dari kami pedagang pasar melihatnya. Naik 20% masih normal. Kita lihat tahun lalu kan ambil untung naik 40-50%. Kalau naik 20% normal saya kira," ujar Maulana.
Di sisi lain meski stok cukup, sambungnya, perilaku konsumen saat puasa dan Lebaran juga ikut berpengaruh pada lonjakan harga.
"Stok aman. Kepanikan juga mempengaruhi perilaku konsumen. Budaya beli juga kan banyak saat Lebaran, makanya jangan terlalu seperti itu (konsumsi tinggi) pas Lebaran," tutup Maulana. (drk/drk)










































