Bupati Lebak: Kehadiran KRL Kurangi Kerusakan Jalan

Bupati Lebak: Kehadiran KRL Kurangi Kerusakan Jalan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2016 15:27 WIB
Bupati Lebak: Kehadiran KRL Kurangi Kerusakan Jalan
Foto: Stasiun Maja (Eduardo Simorangkir/Detik)
Jakarta - Bupati Kabupaten Lebak di Provinsi Banten, Iti Oktavia menyambut baik selesainya renovasi Stasiun Maja di Lebak dan pengembangan jalur ganda antar Parung Panjang-Maja Lintas Tanah Abang-Merak.

Peningkatan prasarana kereta itu bisa memberi dampak positif untuk kawasan Lebak khususnya Kecamatan Maja. Warga nantinya akan mengandalkan angkutan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek ruas Maja-Tanah Abang daripada kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari sehingga mampu mengurangi potensi kerusakan jalan dan meminimalisir kemacetan.

"Jadi penggunaan kereta sebagai moda transportasi dapat mengurangi tingkat kerusakan jalan beton," kata Iti di Stasiun Maja, Lebak, Rabu (11/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pengembangan kawasan properti di Maja bisa bergairah karena adanya renovasi jalur ganda dan Stasiun Maja.

"Kecamatan Maja sangat prospektif dan investable. Sekarang sedang dibangun perumahan 10.100 hektare," sebutnya.

Menurut catatannya, sebanyak 5.000 orang naik dan turun dari Stasiun Maja setiap harinya. Jumlah penumpang angkutan kereta bisa meningkat drastis saat musim liburan.

"Di Stasiun Maja per hari bisa lebih dari 5.000, dengan ditambah double track sampai ke Rangkas Bitung hanya liburan saja bisa lebih dari 12.000 (penumpang). Apalagi nanti tahun depan ada pembangunan perumahan yang selesai," tuturnya.

Renovasi Stasiun Rangkasbitung dan Gerbong Barang Sangat Dinanti

Pada kesempatan yang sama, Iti meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan renovasi Stasiun Rangkasbitung dan penyediaan kereta barang untuk membawa hasil bumi warga Lebak.

Iti menilai kondisi Stasiun Rangkasbitung saat ini sudah terlalu tua untuk melayani tingginya pengguna kereta di Ibukota Kabupaten Lebak itu.

"Kami melihat Stasiun Rangkasbitung sudah tidak layak sehingga yang lama, untuk bisa direnovasi atau direlokasi wajah stasiunnya karena yang sekarang ini sudah bercampur dengan pasar kota Rangkasbitung," paparnya.

Lanjut Iti, warga Lebak juga menantikan adanya moda kereta angkutan barang yang bisa membawa hasil laut dan pertanian warga Lebak ke Jakarta.

"Kami memohon KAI sediakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil bumi masyarakat. Potensi paling besar di Lebak Selatan adalah ikan tuna, kalau bisa disediakan gerbong khusus, kita bisa mengangkut hasil pertanian kita ke DKI Jakarta," curhatnya. (feb/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads