Salah satunya dengan melakukan pembangunan kembali 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Di bandingkan dengan bangunan Jabatan Imigresen, nama PLBN milik Malaysia, fasilitas lintas batas Indonesia tertinggal sangat jauh.
detikFinance berkesempatan ikut dalam perjalanan darat peninjauan pembangunan 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Kalimantan Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dengan dinding kelir hijau didominasi hijau muda, bangunan pemeriksaan imigrasi Malaysia terlihat lebih mentereng. Nuansa arsitektur mengikuti rumah tradisional Dayak. Ini terlihat dari bentuk atap dan ornamen di banyak sudut bangunan.
Ada 3 lintasan di pintu masuk PLBN milik Malaysia tersebut yakni 1 laluan (jalur) kendaraan pribadi, dan 2 laluan untuk bus, minibus, dan truk. Bangunan kantor imigrasi terdiri dari 2 lantai.
![]() |
Sebelum memasuki kantor Jabaran Imigresen Malaysia, pelintas batas harus melewati gerbang yang dijaga tentara Diraja Malaysia. Sepanjang kiri kanan kanan pos Malaysia, pohon kelapa sawit berjejer rapi setelah melewati pagar perbatasan. Sementara di sisi Indonesia, lebih banyak didominasi semak belukar.
![]() |
Selemparan batu dari gedung utama yang berfungsi sebagai tempat pemeriksaan, karantina, dan stempel visa masuk, Malaysia membangun rumah susun yang juga bercat hijau, bangunan tersebut mengingatkan pada gedung asrama tentara milik TNI AD di Indonesia.
Bangunan berlantai 5 tersebut dipakai sebagai tempat tinggal pegawai kantor Jabatan Imigresen Lubok Antu.
![]() |
Pos Perbatasan Milik Indonesia |















































Pos Perbatasan Milik Indonesia