Susi: Saya Cari Anak SMA Juara 1-5 untuk Jadi Doktor Bahari di Luar Negeri

Bisma Alief - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2016 18:57 WIB
Foto: Ari Saputra
Sangihe - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ingin memajukan industri perikanan Indonesia sampai jangka panjang. Susi pun mencari bibit-bibit yang siap memajukan industri ini di masa depan.

"Saya mengundang anak-anak nelayan masuk STP (Sekolah Tinggi Perikanan) Jakarta. Saya kasih jatah 10 di STP, monggo," kata Susi saat pidato di acara penandatanganan MoU Daya Saing Produk dan Peningkatan Sumber Daya Perikanan dengan Perum Perindo, di Kepulauan Sangihe, Kamis (12/5/2016).

"Kedua, saya mencari anak-anak juara 1-5 di SMA-nya untuk jadi doktor bahari di luar negeri, ikut pendaftaran beasiswa akan ada 100 orang tiap tahun siap untuk membantu masyarakat," jelasnya.

Ia berharap, para bibit-bibit industri perikanan ini bisa menjaga kedaulatan maritim Indonesia di masa mendatang.

"Saya harapkan masyarakat bisa menjaga kedaulatan yang sudah kita rebut. Yang ilegal-ilegal sedikit masih ada, saya berharap ke depan tidak ada lg. Tapi yang sudah dimulai jangan sampai lepas. Laut milik kita, kedaulatan wilayah laut harus kita jaga. Tahuna punya tugas luar biasa karena menjadi pulau terdepan, harus paling nasionalis dan patriotis karena kalau tidak keutuhan NRKI terancam," ujarnya.

Susi juga berharap masyarakat setempat bisa terus melestarikan budaya menangkap ikan ketimbang mencari profesi lain, misalnya membuka tambang di wilayah setempat.

"Masyarakat Tahuna harus punya prinsip mau hidup dari apa? Tambang? Ikan? Pariwisata? Kalau dari Tambang mau jadi apa? Kuli saja. Jangan mau, terlalu cantik wilayah Tahuna untuk dijadikan wilayah tambang, pemerintah juga jangan sampai mengizinkan penambangan di kabupaten ini," jelasnya.

"Karena kalau ada tambang, ikannya hilang, lautnya tercemar, habis sudah. Tambang tidak akan membawa manfaat untuk seluruh masyarakat. Tapi kalau ikan banyak, paling tidak mancing sedikit dapat 2 ekor bisa buat makan, tambang tidak bisa dimakan," ujarnya. (ang/hns)