Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rina Farida mengungkapkan, selain merombak Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pihaknya saat ini tengah mengebut Pengembangan Infrastruktur Permukiman (PIP) di dekat PLBN.
PIP merupakan program pembangunan infrastruktur untuk pendukung wilayah permukiman. Selama ini, menurutnya, wilayah perbatasan dianggap jadi anak tiri yang infrastrukturnya selalu diabaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rina menjelasakan, infrastruktur yang ada di PIP sendiri antara lain penyediaan air minum, pengolahan air limbah, pengelolaan sampah, serta jalan lingkungan dan drainase.
"Makanya kita ingin tata dengan buat infrastrukturnya sebelum daerah perbatasan ramai oleh pemukiman. Dengan selesainya PLBN nantinya lalu lintas ke perbatasan semakin ramai," katanya.
Berikut ini 9 kawasan permukiman perbatasan yang saat ini tengah dikebut pembangunan infrastrukturnya.
1. Permukiman Long Apari di Kabupaten Mahakam, Kalimantan Timur dengan anggaran sebesar Rp 64 miliar.
2. Permukiman Sebatik Tengah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur dengan anggaran Rp 92 miliar.
3. Permukiman Aruk Sajingan Besar di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan anggaran Rp 63 miliar.
4. Permukiman Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan anggaran Rp 66 miliar.
5. Permukiman Motamassin Kobalima Timur di Kabupaten Malaka, NTT dengan anggaran Rp 82 miliar.
6. Permukiman Wini Insana Utara di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT dengan anggaran Rp 82 miliar.
7. Permukiman Skouw Muara Tami di Kota Jayapura, Papua dengan anggaran Rp 95 miliar.
8. Permukiman Motaain di Kabupaten Belo, NTT dengan anggaran Rp 92 miliar.
9. Permukiman Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan anggaran Rp 125 miliar. (feb/feb)










































