Namun, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi enggan menyebutnya sebagai pengemplang pajak, melainkan mereka yang lupa atau khilaf tak mengisi SPT.
"Nggak ada penjahat. Itu orang ngemplang juga nggak ada, yang ada lupa atau khilaf mengisi SPT dengan benar lengkap dan jelas penting ini," Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, di kantornya, Kamis (12/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari nama (1.038) itu 272 ber-NPWP. Dari jumlah itu 225 yang lapor SPT, yang sudah di STP (Surat Tagihan Pajak) 137 tapi itu sedang ditelusuri apakah terkait Panama atau tidak. Sebanyak 78 sudah diimbau dan itu pun kami teliti lagi apakah berhubungan dengan Panama Papers atau tidak," tutur Ken.
Ken menambahkan, sebelum dokumen tersebut bocor dirinya sudah terlebih dahulu memperoleh data dari negara G-20.
"Saya peroleh data dari negara G-20 jumlahnya di atas 6.500, saya peroleh 31 Maret 2015," tutur Ken. (hns/hns)










































