Kreditor China Minta Jaminan di Kereta Cepat, Rini: Saya Belum Dengar

Kreditor China Minta Jaminan di Kereta Cepat, Rini: Saya Belum Dengar

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 11:55 WIB
Kreditor China Minta Jaminan di Kereta Cepat, Rini: Saya Belum Dengar
Foto: Bisma Alief
Jakarta - Kreditor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yakni China Development Bank (CDB) meminta adanya jaminan atas utang yang diberikan. CDB sendiri akan membiayai 75% dari total proyek kereta cepat. Total investasi High Speed Train (HST) itu mencapai US$ 5,5 miliar.

Karena urusan jaminan ini, pinjaman proyek HST itu belum cair.

Lantas apa respons Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno atas permintaan jaminan itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Bos Astra Group itu belum mengetahui permintaan jaminan dari CDB. Seperti diketahui, BUMN Indonesia bersama BUMN China masuk dalam konsorsium proyek kereta cepat sepanjang 142 km itu.

"Saya belum dengar, saya belum tahu," kata Rini di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Ia menyarankan untuk mengkonfirmasi hal ini kepada Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bintang Perbowo. Alasannya, WIKA merupakan ketua konsorsium BUMN Indonesia dalam proyek kereta cepat.

"Jadi tanya saja ke Pak Bintang," sarannya. (feb/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads