Dua Perusahaan Jepang Ekspansi Bisnis Rp 725 M di RI

Dua Perusahaan Jepang Ekspansi Bisnis Rp 725 M di RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2016 16:40 WIB
Dua Perusahaan Jepang Ekspansi Bisnis Rp 725 M di RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Dua perusahaan asal Jepang akan memperluas usahanya di Indonesia dengan mengajukan rencana perluasan senilai US$ 54,5 juta (atau setara Rp 725 miliar dengan kurs Rp 13.300 per dolar AS). Dua perusahaan tersebut bergerak di bidang bidang sparepart otomotif dan industri mesin sistem automasi (robot) serta industri minuman ringan, industri farmasi, dan industri kemasan.

Investor pertama akan mengembangkan kapasitas produksi sparepart otomotif senilai US$ 10 juta-US$ 20 juta, sementara investor kedua akan melakukan perluasan di bidang usaha makanan (roti dan kue) dengan rencana investasi US$ 34,5 juta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyampaikan, pihaknya merespons positif rencana perluasan investasi yang disampaikan oleh dua existing investor asal Jepang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perluasan yang dilakukan oleh investor Jepang tersebut menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan di Indonesia cukup berhasil dan berkembang," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (13/5/2016).

Franky menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dengan perusahaan terkait rencana perluasan yang dilakukan.

"Beberapa hal yang dikomunikasikan di antaranya skema bisnis yang akan ditempuh oleh perusahaan. Ini akan kami koordinasikan dengan Kementerian teknis terkait," lanjutnya.

Selain itu, investor industri minuman ringan juga menyampaikan beberapa concern terkait operasional yang dilakukan.

"Investor menyampaikan tiga hal yakni terkait lokasi tata ruang mereka yang belum berada di zona kawasan industri, pendaftaran produk, serta terkait ketenagakerjaan," ungkapnya.

Lebih lanjut Franky mengemukakan bahwa problem-problem yang telah disampaikan akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait di antaranya Kementerian Tenaga Kerja, BPOM serta Pemda terkait.

"Tentu dari sisi investor kami telah mendapatkan informasinya tinggal dikomunikasikan dengan instansi dan lembaga yang berwenang terhadap hal ini. Prinsipnya BKPM akan berada di samping investor untuk membantu mereka merealisasikan investasinya," jelas Franky.

Triwulan I 2016 ini, investasi Jepang di Indonesia tercatat mencapai US$ 1,58 miliar terdiri dari 427 proyek dan menyerap 28.377 tenaga kerja. Posisi Jepang berada di peringkat kedua dari daftar negara sumber investasi di Indonesia. Jepang berada di bawah Singapura dan di atas Hong Kong, China dan Belanda.

Di tahun 2016, BKPM menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4% dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp 386,4 triliun atau naik 12,6% dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp 208,4 triliun naik 18,4% dari target PMDN tahun lalu. Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja di tahun 2016, BKPM menargetkan penyerapan 2 juta tenaga kerja. (hns/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads