Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai penanggungjawab program pembangunan Pelabuhan Patimban telah merampungkan studi kelayakan yang meliputi kajian nilai bisnis hingga faktor lingkungan.
"Uji kelayakan udah cuma kita hitung bisnis sekian dan berapa tahun itu harus diperhitungkan. Studi kelayakan kita keliatan dengan alurnya layak nggak, terus tingkat sedimentasinya bagaimana, mempengaruhi lingkungan nggak, itu sudah ada," jelas Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Tonny Boediono setelah pelantikan di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin Malam (16/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu larinya ke DED (Detail Engineering Design). Itu kita bisa memperkirakan desain apa yang cocok untuk itu, ada tahapannya," kata Tonny.
Untuk pengembangan Pelabuhan Patimban, Kemenhub akan mencari mitra internasional. Mitra ini nantinya akan memberi pinjaman.
Sampai saat ini, Jepang paling tertarik berinvestasi dalam pembangunan Pelabuhan Patimban. Jepang akan memberi pinjaman yang berbentuk Special Terms for Economic Partnership (STEP) dengan bunga berkisar 0,1%.
"Tapi yang Patimban ini kita cari dananya dari luar. Lewat STEP loan dari Jepang. Sementara yang tertarik Jepang," terang Tonny. (feb/feb)











































