Dirjen Hubla: Kemenhub Nggak Bisa Kerja Sendiri Atasi Dwell Time Priok

Dirjen Hubla: Kemenhub Nggak Bisa Kerja Sendiri Atasi Dwell Time Priok

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2016 10:35 WIB
Dirjen Hubla: Kemenhub Nggak Bisa Kerja Sendiri Atasi Dwell Time Priok
Foto: Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok (Agung Pambudhy/Detik)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan lamanya waktu bongkar muat untuk barang atau peti kemas impor (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dapat dipangkas menjadi 2 hari. Namun, praktik di lapangan tak mudah untuk mengurangi dwell time.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator pelabuhan mengaku tak bisa bekerja sendiri untuk memperkecil angka dwell time, perlu kerja sama berbagai pihak seperti Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenhub).

"Dwell time itu kan antar instansi, nggak bisa cuma Kementerian Perhubungan aja, ada Bea Cukai dan yang lain," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Tonny Boediono di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok masih memakan waktu lebih dari 3 hari. Lamanya waktu bongkar muat ini belum menunjukkan perbaikan pesat sejak Presiden Jokowi sidak di pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero) itu.

"Sekitar 3,6 kalau nggak salah. Itu nggak bisa secara cepat," tutur Tonny.

Kendati denikian, pihaknya berharap agar para pemangku kebijakan dapat dusuk bersama memangkas waktu dwelling time lebih cepat lagi.

"Kita harus terpadu, kan ada Bea Cukai, ada Kementerian Perdagangan," imbuh Tonny. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads