Program angkutan kapal berjadwal itu sangat dibutuhkan untuk memangkas biaya logistik. Biaya logistik yang tinggi ini telah memicu tingginya harga komoditas di Indonesia Timur dibandingkan Indonesia Barat.
Tonny mengaku perbaikan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan penunjangnya dapat selesai dalam jangka waktu 2 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Perhubungan juga telah mempersiapkan segala bahan baku yang ada, sehingga diharapkan perbaikan pelabuhan dapat dimulai dalam waktu dekat ini.
"Karena kalau nggak cepat-cepat diselesaikan maka barang-barang ini bisa rusak. Kalau rusak nggak bisa terpakai nggak ada gunanya," kata Tonny. (feb/feb)











































