Senior Adviser for Economic & Public Policy AIPEG (Australia Indonesia Partnership for Economic Governance), Achmad Shauki mengungkapkan, ada sejumlah keuntungan yang didapat Indonesia jika bergabung dengan dengan TPP.
"Kalau ikut meratifikasi TPP, akan ciptakan pasar ekspor baru yang nilainya US$ 2,9 miliar. Kedua, karena ada penurunan tarif sangat besar, akan ada penghematan tarif sangat besar yakni US$ 1,3 miliar," jelasnya dalam diskusi Dampak TPP pada Perdagangan Barang di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dengan TPP tak lagi hanya dengan Amerika Serikat sebagai tujuan ekpor terbesar, tapi juga meluas ke Amerika Latin. TPP akan menambah tujuan dan produk ekspor," ujarnya.
Menurut Shauki yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, peningkatan impor setelah TPP juga sebenarnya jadi 'hikmah' untuk Indonesia. Hal ini lantaran impor bahan baku dan barang modal bisa meningkat.
"Akses terhadap bahan baku dan barang modal murah, meningkatkan impornya sebesar US$ 3,8 miliar," kata Shauki.
Dia mengungkapkan, hitungan keuntungan tersebut didasarkan pada simulasi tarif-tarif perdagangan Indonesia dan negara-negara yang tergabung dengan TPP, dibandingkan dengan nilai ekspor Indonesia ke negara-negara TPP.
Kendati demikian, dalam paparannya, Shauki tidak memaparkan hitung-hitungan potensi kerugian jika barang-barang impor membanjiri pasar Indonesia. (hns/hns)










































