Terbang ke Rusia, Ini Misi Menteri Susi

Laporan dari Sochi

Terbang ke Rusia, Ini Misi Menteri Susi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2016 17:23 WIB
Terbang ke Rusia, Ini Misi Menteri Susi
Foto: Angga Aliya ZRF
Sochi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sudi Pudjiastuti, terbang ke Sochi, Rusia, membawa misi khusus. Kunjungan kenegaraan ini juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelum Jokowi datang, Susi akan berdiskusi dengan Kepala Badan Federasi Perikanan Rusia, Ilya Shestakov. Lokasi pertemuan di Hotel Radisson Blu Paradise, Sochi. Pada pukul 13.00 waktu setempat.

Hadir juga beberapa petinggi Kementerian Kelauran dan Perikanan (KKP), yaitu Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, Rifky Effendi Hardijanto; dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Muhammad Zulficar Mochtar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Zulficar, Rusia menjadi salah satu negara tujuan ekspor perikanan Indonesia. Di 2013, ekspor perikanan Indonesia ke Eropa Tengah dan Timur mencapai US$ 44,4 juta, Indonesia surplus US$ 39,5 juta.

Lalu pada 2014 ekspornya anjlok hingga hanya US$ 7,6 juta saja. Meski demikian, Indonesia masih surplus US$ 926 ribu. Lalu pada 2015 mulai naik kembali menjadi US$ 13,8 juta.

"Dulu ada 167 UPI (unit pengolahan ikan) yang bisa ekspor ke sana, tapi pada 1 Juli 2013 kita kena embargo, karena ditemukan kasus ikan mengandung merkuri dan bakteri pathogen. Makanya 2014 langsung anjlok," ujarnya, Rabu (18/5/2016).

Nah, tambah Zulficar, saat ini masih ada 15 UPI alias perusahaan pengekspor ikan yang masih mengirim ke Eropa Tengah dan Timur. Namun kinerjanya juga sudah mulai turun.

"Nanti kita akan diskusikan supaya bisa ada 11 UPI lagi yang bisa ekspor," katanya.

Ada beberapa isu-isu yang menjadi kepentingan Indonesia dalam diskusi tersebut. Pada 2 Mei 2016 telah dilaksanakan pertemuan Second Working Group on Trade, Investment and Industry (WGTII) Indonesia-Rusia, yang merupakan pertemuan tahunan pokja perdagangan yang berada di bawah kerangka pelaksanaan Sidang Komisi Bersama (SKB) RI-Rusia.

Pertemuan ini merupakan forum bertukar informasi mengenai kebijakan perdagangan dan investasi, serta membahas berbagai rencana proyek kerja sama di antara kedua Negara.

Beberapa hal yang disepakati antara lain peningkatan volume dan komoditas perdagangan kedua negara, menyetujui rancangan Roadmap Monitoring pelaksanaan program strategis Indonesia-Rusia disertai dokumen protokolnya, dukungan investasi Rusia di Indonesia.

Hasil pertemuan adalah keinginan Rusia untuk bekerja sama di bidang kemaritiman. Rusia memiliki pengalaman dan Iptek di bidang kemaritiman yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

Kerja sama yang dapat dijajaki meliputi pengembangan sumber daya dan infrastruktur kelautan dan perikanan, antara lain pembangunan shipyard di Indonesia mengingat selama ini Rusia telah memiliki pengalaman pembangunan shipyard dengan Jerman, dan produk yang dihasilkan banyak diminati di pasar Eropa.

Selain itu pengembangan aquaculture terpadu dengan pusat pembangkit listrik yang saat ini diterapkan di Rusia, kerja sama teknologi radar laut untuk patroli keamanan wilayah perairan laut Indonesia dan Rusia siap mensuplai kapal dan pesawat, baik digunakan untuk keperluan patroli laut maupun pesawat penumpang/komersil, juga Investasi pada proyek pembangunan 15 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Hari ini, kedua pihak sepakat mendorong implementasi kerja sama pemberantasan IUU Fishing sebagaimana yang disepakati dalam Joint Communique on Mutual Understanding and Cooperation in Combating Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing of Living Marine Resources and Promoting of Sustainable Fisheries Management yang ditandatangani oleh Susi, dengan Kepala Badan Federal Perikanan Federasi Rusia di depan kedua kepala negara pada 18 Mei 2016 di Soechi, Rusia waktu setempat.

Kerja sama yang dapat dilakukan dapat berupa pemberian dukungan kepada Indonesia dalam forum-forum internasional, untuk mengagendakan IUU Fishing sebagai Transnational Organized Crime (TOC), sharing experience and best practice dalam penanganan IUU Fishing, penguatan kapasitas SDM, dan infrastruktur pengawasan sumber daya laut, serta menolak masuknya produk hasil IUU Fishing masuk ke negara masing-masing, dan lain lain.

Indonesia juga akan mendorong investasi Rusia di berbagai sektor, sebagaimana yang tertera dalam Road Map on Monitoring Realization of Strategic Program of Russian-Indonesia Cooperation yang telah disepakati dalam Protocol of the Second Session of the Working Group on Trade, Investment and Industry of the Indonesia-Russian Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation.

Hal ini perlu dilakukan, sehubungan dengan penunjukan Susi oleh Jokowi sebagai Utusan Khusus (Special Envoy) untuk pengembangan investasi Rusia di Indonesia.

Sementara isu-isu yang bisa diangkat oleh pihak Rusia antara lain, peluang investasi produk berteknologi tinggi Rusia, seperti kapal dan pesawat, baik digunakan untuk keperluan patroli laut maupun pesawat penumpang/komersil.

Selain itu, Penandatanganan Joint Communique on Mutual Understanding and Cooperation in Combating Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing of Living Marine Resources and Promoting of Sustainable Fisheries Management, serta penyusunan joint action plan RI-Rusia.

Pihak Rusia juga berharap dukungan Susi dalam upaya implementasi Roadmap Kerja Sama Strategis RI-Rusia. (ang/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads