Susi yang tiba lebih dahulu menyambut kedatangan Jokowi di Hotel Radisson Blu Paradise, Sochi. Β
Setelah rombongan Presiden masuk ke dalam hotel, Susi ikut menemani Jokowi ke ruangan pertemuan. Tak lama kemudian, Susi yang mengenakan dress berwarna biru dan scraft berwarna merah, kembali turun ke lantai 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi langsung masuk ke dalam toko tersebut, ditemani Sekretaris Pribadinya. Di dalam toko itu, Susi sempat melihat barang antik buatan Rusia seperti Boneka Matryoshka dan Telur Faberge Imitasi, lalu tiba-tiba Susi kepincut dengan papan dan bidak catur yang terbuat dari amber.
"Ini berapa harganya (dalam Bahasa Inggris)," tanya Susi kepada Penjaga Toko Berbaju Merah.
Si penjaga toko menyebut harganya US$ 6.000.
Mendapat jawaban ini, Susi terlihat terheran-heran
"Ini terlalu mahal," ucap Susi dalam Bahasa Inggris.
Kemudian sang penjaga toko mengarahkan Susi ke catur terbuat dari kayu. Harga catur yang terbuat dari kayu, ucap si penjaga toko, lebih murah daripada catur yang terbuat dari amber.
"Kalau terbuat dari kayu, di Indonesia banyak," respons Susi
Setelah itu, Susi melihat lukisan yang berada di salah satu sudut toko. Menurut sang penjaga, harga sekitar US$ 1.500.
Tak disangka-sangka, Susi berani menawar harga lukisan tersebut.
"Kalau US$ 500 bagaimana?," tawar Susi.
Spontan sang penjaga toko terlihat geleng-geleng kepala karena harga di tokonya tidak bisa ditawar alias harga pas.
Susi langsung mengembalikan lukisan tersebut.
"I will think about it," katanya sambil keluar dari toko dan tidak jadi beli. (ang/feb)











































