JK: Setiap Kenaikan Harga Beras Semua Orang Marah, Kecuali Petani

JK: Setiap Kenaikan Harga Beras Semua Orang Marah, Kecuali Petani

Dina Rayanti - detikFinance
Senin, 23 Mei 2016 13:00 WIB
JK: Setiap Kenaikan Harga Beras Semua Orang Marah, Kecuali Petani
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) mengatakan, kenaikan harga komoditas perkebunan seringkali disambut gembira. Namun, jika harga beras naik, justru banyak yang marah, kecuali petani.

Bahkan, tak sedikit yang menghujat pemerintah saat harga beras naik. Hal ini disampaikan JK dalam seminar pertanian yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan PISAgro bertema "Inovasi Rantai Nilai Sektor Agro dalam Mendukung Implementasi Financial Inclusion untuk Petani" di Balai Kartini, Jakarta, Senin (23/5/2016).

"Setiap kenaikan kopi, cokelat, karet, sawit, semua orang bertepuk tangan, petani, pedagang. Semua gembira, pemerintah juga gembira. Tapi, setiap kenaikan harga beras semua orang marah, kecuali petani. Pemerintah dihujat kalau harga beras naik," ungkap JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, menurut JK, petani maupun bahan pangan untuk kebutuhan pokok harus mendapat insentif. Sebab, kenaikan harga tak bisa dijadikan sebagai insentif.

Salah satu bentuk insentif itu adalah mendorong produktivitas pertanian

"Insentif yang utama adalah produktivitas," pungkas JK. (hns/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads