Menurutnya, ketersediaan pangan pokok seperti beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam ras dapat mencukupi kebutuhan menjelang bulan Ramadhan sampai Lebaran yakni pada bulan Juni dan Juli 2016.
Amran memaparkan, ketersediaan beras sebesar 7.152.400 ton sedangkan kebutuhannya hanya 5.626.400 ton, jagung ketersediaannya sebesar 3.910.600 ton dengan kebutuhannya 1.750.100 ton, dan bawang merah ketersediaanya sebesar 241.600 ton dengan kebutuhannya hanya 175.600 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pedagang Beras Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) Nelly Soekidi menegaskan, ketersediaan beras di PIBC menjelang Ramadhan dan saat Lebaran dapat tercukupi.
Ini dapat dilihat dari ketersediaan beras saat ini di PIBC sesuai dengan pasokan normal yakni 25 truk beras yang masuk setiap hari dengan harga termurah Rp 7.800/kg.
"Perlu diketahui, dinamika Pasar Induk Beras Cipinang pada saat 10 hari sebelum dan sesudah Lebaran sedikit pedagang yang jual beras. Ini bukan berarti beras langka, tapi pedagang sebagian beras mudik. Untuk pedagang yang tidak mudik, pihak pasar induk memberikan bantuan berupa buffer stok," terang Nelly.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Pasar Kramat Jati Hasan Kudri mengungkapkan, ketersediaan bawang merah pada bulan Juni dan Juli aman tercukupi bahkan surplus.
Ini dibuktikan dengan pasokan bawang merah yang masuk Jakarta sebanyak 280 ton hingga 300 ton per hari sedangkan kebutuhannya hanya 240 ton hingga 280 ton per hari.
"Banyaknya pasokan ini karena bertepatan dengan musim panen raya," ungkap Hasan.
Menurutnya, harga bawang merah saat ini sudah turun jika dibanding 2 minggu lalu. Harga bawang merah di tingkat bandar Rp 14.000-20.000/kg dan di tingkat eceran untuk bawang merah kecil Rp 20.000/kg dan bawang merah besar Rp 25.000/kg. Sedangkan harga bawang merah pada 2 minggu lalu mencapai Rp 40.000-45.000/kg. (drk/drk)











































