"Kami optimistis (distribusi) raskin menjelang Ramadhan maupun Lebaran aman," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur Witono, Senin (23/5/2016).
Alokasi raskin yang didistribusikan ke 2,8 juta lebih rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) yang tersebar di 38 kabupaten, 674 kecamatan dan 8.512 kelurahan dan desa se Jawa Timur melalui 13 subdivre sebanyak 43 ribu ton per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan cadangan beras yang tersimpan di Bulog Divre Jawa Timur hingga 22 Mei 2016 mencapai 355.182 ton beras. Jumlah tersebut mencapai 41,9 persen dari target pengadaan pada tahun ini sebanyak 1.050.000 ton beras.
"Stok beras sampai ramadhan dan lebaran aman. Stock beras untuk raskin tersedia sampai Januari 2017. Stock ini juga termasuk untuk bencana alam, operasi pasar, dan bermacam-macam tergantung penugasan dari pemerintah," tandasnya.
Suharto Djabar, Kasubdivre Surabaya Utara mengatakan, kebutuhan raskin untuk wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo (dibawah kendali Subdivre Surabaya Utara) setiap bulannya dialokasikan 3.300 ton. "Stok untuk raskin masih aman," ujarnya.
Agus Sutarto, Waka Subdivre Surabaya Utara saat meninjau penyaluran raskin di kantor Kelurahan Simolawang Kecamatan Simokerto menambahkan, Bulog siap mendistribusikan raskin sampai ke tingkat kelurahan atau desa.
"Tugas Bulog sampai ke titik kelurahan atau desa. Sedangkan titik baginya di setiap RT atau RW," ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya merasa bersyukur karena tidak ada komplain dari masyarakat tentang raskin. "Kalau ada komplain, kita siap menggantinya paling lama 2 x 24 jam. Ketika ada komplain, kita potong jalurnya (pelaporan). Bisa dilaporkan ke petugas yang di lapangan. Jika kebetulan membawa stock, langsung diganti," tandasnya. (roi/hns)










































