Polemik Bawang Merah Impor: Menteri Jokowi Beda Pendapat

Polemik Bawang Merah Impor: Menteri Jokowi Beda Pendapat

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2016 14:40 WIB
Polemik Bawang Merah Impor: Menteri Jokowi Beda Pendapat
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Rencana impor bawang merah yang akan dilakukan pemerintah menimbulkan polemik di internal. Sejumlah menteri berbeda pendapat terkait impor bawang merah tersebut.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan impor bawang merah akan dilakukan untuk menurunkan harga saat bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Jumlah bawang yang akan diimpor adalah 2.500 ton.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta harga bawang merah bisa turun ke Rp 20.000/kg saat puasa, dari harga saat ini Rp 40.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin mengatakan, harga bawang merah memang mengalami penurunan, namun penurunannya sangat sedikit.

"Harganya juga turun tapi sedikit sekali sehingga kalau itu memang kami sedang lihat untuk bagaimana, paling tidak mengendalikan untuk swasta," jelas Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, mengatakan impor akan dilakukan sebelum bulan puasa. Meski begitu, belum diketahui siapa yang akan mengimpor bawang merah, dan asal negaranya.

"Iya (sebelum puasa)," kata Panggah.

Namun secara terpisah, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan dirinya tetap menentang adanya impor bawang merah, karena produksi saat ini surplus.

Amran mengatakan, banyak pihak yang mendesak agar pemerintah membuka keran impor bawang merah, namun dirinya menolak.

"Banyak yang minta. Tidak akan saya keluarkan impor bawang. Bawang merah masih surplus," tegas Amran di kantornya.

"Saya imbau pada teman-teman asosiasi, seperti beras, bawang, atau ayam. Termasuk produsennya, saya ajak ketemu kemarin mari kita jaga stabilitas harga pangan hadapi bulan suci Ramadan," ujar Amran.

Dia mengatakan, kestabilan harga pangan adalah tanggung jawab bersama. "Bukan tanggung jawab Kementan sendirian. Kita bersama karena produksi cukup bawang cukup sekarang sudah turun," jelasnya.

Menurut Amran, produksi bawang merah di Indonesia saat ini adalah 241.600 ton, sementara kebutuhannya 175.600 ton. (wdl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads