Follow detikFinance
Selasa, 24 Mei 2016 15:22 WIB

IIF Pimpin Pembiayaan Proyek Palapa Ring Kalimantan-Maluku

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor Ii Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor Ii
Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk jadi Mandated Lead Arranger dalam pendanaan proyek Palapa Ring oleh PT LEN Telekomunikasi Indonesia.

Dengan demikian, Perusahaan swasta khusus pembiayaan infrastruktur itu akan mengatur dan mencari pendanaan sindikasi guna membiayai pembangunan jaringan tuiang punggung serat optik nasionaI Palapa Ring Paket Tengah.

Palapa Ring adaIah proyek pembangunan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat memperkecil jarak dan mempersingkat waktu berkomunikasi ke dan antar wiIayah di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Proyek Palapa Ring Paket Tengah, pemerintah telah menunjuk PT LEN TeIekomunikasi Indonesia untuk menghubungkan 17 kota/kabupaten di Iima provinsi yang berada di wilayah tengah Indonesia, yakni Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Proyek Palapa Ring ditargetkan rampung pada triwulan II-2018, sehingga keberadaan jaringan broadband sudah bisa dinikmati masyarakat pada saat itu.

Proyek Palapa Ring juga termasuk proyek yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership di mana ada dukungan pemerintah berbentuk penjaminan yang dikeIuarkan oIeh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Proyek Palapa Ring ini termasuk saIah satu proyek strategis pemerintah dan masuk dalam daftar proyek prioritas pemerintah.

Sebagaimana mandat yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, IIF membidik pembiayaan terhadap 8 sektor infrastruktur, yakni transportasi, jaIan, pengairan, air minum, air Iimbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan migas.

Produk yang ditawarkan IIF mencakup pinjaman senior, pembiayaan uIang, pinjaman subordinasi, investasi ekuitas, penjaminan, pinjaman siaga, sindikasi, dan penasihat keuangan.

Presiden Direktur IIF, Arisudono Soerono, menjelaskan sepanjang tahun 2015 perseroan telah menandatangani 10 kesepakatan pembiayaan baru dengan total komitmen pembiayaan sebesar Rp 5,6 triiiun, di mana sebesar Rp 4,2 triliun di antaranya telah disalurkan.

"Beberapa proyek yang telah dibiayai, sebagai contoh, adalah perluasan bandara internasional Soekarno Hatta dan pembangunan pipa gas di Sumatera Selatan," ungkap Ari dalam sambutannya di Acara Seremoni Penunujukkan Mandated Lead Arranger untuk Pembiayaan Proyek Palapa Ring-Paket Tengah, Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (24/05/16).

"Kami memiliki portofolio yang beragam dan mencakup hampir 20 proyek termasuk jalan tol, pengelola bandara dan bengkel perawatan pesawat, operator pelabuhan, infrastruktur telekomunikasi, pembangkit listrik (PLTA besar, kecil, PLTU, pembangkit listrik tenaga matahari), produsen gas dan pipa gas. Pada bidang layanan advisory, Indonesia Infrastructure Finance juga telah berhasii menjadi konsultan pendamping proyek jalan tol Trans Sumatera dan proyek pengadaan air bersih di Semarang Barat," tambahnya.

Pada 2015, IIF telah mencairkan pinjaman subordinasi dari Bank Dunia sebesar US$ 2,7 juta sehingga jumlah pinjaman subordinasi total adalah USS 199,4 juta dari total fasilitas US$ 200 juta. Selain itu, IIF mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri senilai Rp 1 triliun. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed