"Rp 41.000/kg itu mahal betul harganya. Di situ persoalannya. Kita ingin masyarakat mendapatkan harga yang memadai," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/5/2016).
Menurut Rini, bila harga terus bertahan pada level yang tinggi tentunya akan membebani masyarakat. Padahal, idealnya harga bawang merah maksimal Rp 25.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, impor harus dilakukan agar bawang merah dapat tersedia di pasar yang sekaligus bisa menurunkan harga. Bawang merah akan diimpor sebanyak 2.500 ton oleh 3 BUMN dalam waktu dekat.
"Jumlah (impor) itu sangat kecil bila dibandingkan dengan kebutuhan sebulan. Pada dasarnya kita membutuhkan konsumsi per bulan sampai 80.000 ton. Jadi 2.500 ton sedikit sekali," papar Rini.
Langkah impor diambil seiring dengan panen bawang merah yang belum terealisasi. Menurut Rini, bila memang panen, maka harga tidak mungkin melejit.
"Mana panennya? Coba kasih tahu saya dimana panennya? Kita harus melihat secara menyeluruh. Sekarang kita potensinya bagaimana cara menurunkan harga. Kalau panen kenapa harganya mahal betul?," tukasnya. (mkl/feb)










































