Yang pertama adalah dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). Pelaku bisnis e-commerce masih kesulitan mencari SDM yng memiliki keahlian khusus untuk jalani bisnis ini.
"Kendalanya sih banyak sebenarnya kita lihat juga saat ini kalau dari at least dari pemain industri e-commerce sendiri, talent salah satu masalah memang misal untuk cari software developer, memang SDM itu salah satu challenge sendiri dari perusahaan e-commerce untuk cari talent-talent khusus bisa menjalani bisnis ini," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Indonesia E-Commerce Association (idEA), Budi Gandasoebrata, usai menghadiri Diskusi di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (25/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang lain adalah masalah kepercayaan konsumen juga apakah konsumen cukup nyaman untuk belanja online, untuk membuat orang belanja online kita harus menemukan kepercayaan tersebut," kata Budi.
Ia mengatakan semakin banyaknya pelaku e-commerce akan berdampak positif terhadap bisnis ini.
"Justru dengan makin banyaknya pemain e-commerce orang makin sadar kalau belanja online itu nyaman jadi orang nggak ragu-ragu," tuturnya (feb/feb)











































