"Proposal revitalisasi double track jalur utara Jawa bekerja sama dengan Jepang. Revitalisasi ini dimasukkan untuk dapat menampung kecepatan 150 km/jam," kata Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub, Hemi Pamurahardjo, kepada detikFinance, Kamis (26/5/2016).
Terkait besaran dana revitalisasi rel lintas utara Jawa, Hemi belum bisa menjelaskan secara detil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, berdasarkan artikel yang ditulis Nikkei kebutuhan investasi proyek rel yang akan ditawarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang sepanjang 750 km di Pulau Jawa mencapai US$ 1,81 miliar. Namun dalam tulisan media Jepang itu tak dirinci proyek kereta di Jawa, apakah kereta cepat ataupun revitalisasi lintas utara Jawa.
Sebelumnya, Kemenhub menyebut program revitalisasi rel lintas utara Jawa bisa mempersempit waktu tempuh rute Jakarta-Surabaya. Saat ini, waktu tempuh JKT-SBY dengan kereta konvensional bisa di atas 12 jam. Dengan revitalisasi ini, pengguna kereta hanya cukup menghabiskan perjalanan selama 5 jam karena kereta bisa melesat 150 km per jam dan menghilangkan perlintasan sebidang. (feb/dnl)











































