"Penyaluran bantuan sosial secara non tunai dapat mengurangi perilaku konsumtif dan menambah kebiasaan menabung. Kami meyakini penyaluran secara non tunai mendukung keuangan inklusif," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam sambutannya di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2016).
Dengan adanya bantuan sosial non tunai juga ditargetkan jumlah masyarakat yang mendapatkan akses keuangan meningkat hingga 50% di tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dengan dilakukannya penyaluran bantuan secara non tunai juga dapat meningkatkan jumlah agen digital di berbagai daerah. Bank Indonesia mencatat sampai Maret 2016, jumlah agen layanan digital keuangan mencapai 84.000 dan diperkirakan akan meningkat seiring dengan keputusan pemerintah menyalurkan bantuan secara elektronik.
"Sampai Maret 84.000 agen, karena belum mendengar kita akan menyelenggarakan MOU seperti ini. Begitu dengar MOU seperti ini langsung bank bikin layanan digital di seluruh provinsi," tutur Agus. (feb/feb)











































