Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, berharap pemerintah segera merealisasikan 10.000 ton daging sapi beku impor untuk menutup kekurangan stok daging di Jabodetabek tersebut.
"Tahun lalu puasa dan Lebaran kebutuhannya 24.000 ton, dengan kuota impor yang kita terima, hanya bisa pasok 18.000 ton, atau ada kekurangan 6.000 ton. Artinya kalau dengan angka kebutuhan yang sama dengan tahun lalu, dengan stok dari feedloter saja, pasti harga akan naik," katanya kepada detikFinance, Rabu (26/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Joni, dirinya sudah menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pada Senin (24/5/2016) lalu di kantor Kementerian Pertanian.
"Saat pertemuan tidak ada permintaan dari Menteri Pertanian untuk turunkan harga sampai batas tertentu. Hanya kita sampaikan kalau kekurangan saat puasa dan Lebaran tidak dipenuhi dari impor daging, pasti yang terjadi naik," jelasnya.
Dia mengungkapkan, pasokan yang berkurang dari feedloter tahun ini terjadi lantaran saat kuartal I-2016, pemerintah hanya memberi alokasi impor sapi bakalan sebesar 100.000 ekor. Sementara, tahun lalu di kuartal yang sama, jatah impor diberikan sebanyak 150.000 ekor.
"Dengan asumsi kebutuhan yang sama, tapi kuota impornya berkurang 50.000 ekor. Kalau tidak ada tambahan pasokan, pasti harga akan naik. Dari 50.000 ekor itu, sebanyak 12.000 ton untuk Jabodetabek per bulan, dan 24.000 ton untuk 2 bulan saat puasa dan Lebaran saat Juni dan Juli," kata Joni.
Sebagai informasi, untuk menstabilkan harga daging sapi saat puasa dan Lebaran, pemerintah menugaskan PT Berdikari (Persero) untuk mengimpor 10.000 ton daging beku. Daging jenis secondary cut tersebut rencananya akan impor dari Australia. (ang/ang)











































