Demikian diungkapkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Manoarfa, usai rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Jumat (27/5/2016).
"Watimpres melihat kita ini hanya satu-satunya negara yang menghadapi gejolak seperti ini kalau menjelang Puasa dan Lebaran," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada negara Islam lainnya menghadapi yang sama (Puasa dan Lebaran), tetapi tidak seperti kita di sini," ungkap Sunarso.
Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu, menambahkan pada negara lain kenaikan harga yang terjadi hanya berkisar 5%. Seiring dengan peningkatan permintaan yang juga diimbangi dengan kesiapan pasokan oleh pemerintah.
"Paling naiknya itu tidak lebih dari 5%. Kalau Indonesia sudah puluhan tahun menjelang lebaran naiknya begini besar," terang Benny pada kesempatan yang sama. (mkl/wdl)










































