Saat melakukan panen jagung integrasi sawit di Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nanduo, Kabupaten Pasaman Barat, Amran sempat menyindir perilaku importir yang mengapalkan jagung, dan baru mengurus izin impor setelah barangnya masuk ke pelabuhan.
Namun saat ini, dirinya sudah melarang impor jagung kecuali dilakukan oleh Bulog. Pada akhir tahun lalu, Amran mengeluarkan larangan pemasukan 400.000 dari 700.000 ton jagung impor yang akan masuk ke pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai hari ini nggak boleh masuk jagung, harus lewat Bulog. Dulu sudah 2 bulan tak boleh masuk, kami tahan, nego tetap tak boleh masuk," imbuhnya.
Selain tak mengantongi izin impor, kata Amran, importir sebelumnya juga melanggar perjanjian untuk menyerap jagung di petani saat panen raya. Hal itu membuat harga jagung sempat anjlok.
"Tahun lalu harga jagung sampai Rp 1.500/kg. Padahal sebelumnya kami berbaik hati keluarkan impor 3 juta ton lebih, ternyata setelah panen raya harga jatuh tidak ada komitmen. Makanya tahun ini saya perketat impor jagung," jelas Amran.
Sebagai informasi, larangan pemasukan jagung impor tersebut membuat harga perusahaan pakan ternak kelimpungan mencari jagung. Kondisi ini merembet pada lonjakan harga ayam yang saat itu mencapai Rp 35.000/kg akibat dipicu kenaikan harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak. (wdl/wdl)











































