JK: Daging Paling Butuh Diimpor Jelang Lebaran

JK: Daging Paling Butuh Diimpor Jelang Lebaran

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2016 14:34 WIB
JK: Daging Paling Butuh Diimpor Jelang Lebaran
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pemerintah sudah membuka keran impor 10.000 ton daging beku, untuk bisa menekan harga menjelang lebaran. Daging menjadi bahan pangan yang paling dibutuhkan untuk diimpor jelang Ramadan dan Lebaran.

Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

"Ya daging (paling butuh diimpor)," ujar JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, daging paling butuh untuk diimpor karena kebutuhan masyarakat untuk bahan pangan ini tinggi saat puasa dan lebaran.

"Kalau bulan Ramadan orang tidak butuh beras banyak. Malah kurang kan karena hanya dua kali makan daripada sebulan tiga kali kan. Yang tiba-tiba naik itu yang dibutuhkan bersamaan kayak telur, ayam, daging. Tiba-tiba orang-orang bikin sama-sama daging, semur. Itukan bersamaan yang tidak bisa disimpan lama," papar JK.

JK mengatakan, sudah puluhan tahun fenomena kenaikan harga pangan terjadi menjelang puasa dan lebaran. Karena secara tiba-tiba kebutuhan terhadap bahan pangan naik drastis.

"Kadang-kadang naik juga semacam sayur-sayur naik karena waktu tiba-tiba mendadak itu orang-orang seluruh Indonesia berpesta," jelas JK. (wdl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads