Dalam kunjungan itu, Basuki juga melihat kesiapan jembatan Tuntang yang masih dibangun.
Rombongan menteri masuk ke lokasi proyek melalui Dusun Mengkelang, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang. Terlihat sejumlah alat berat dan truk mengeruk dan mengangkut tanah. Sedangkan proses pembangunan jembatan Tuntang masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Usai melihat proses pembangunan jalan tol serta jembatan Tuntang Salatiga, Basuki mengupayakan agar jembatan bisa segera rampung. Meski demikian pihaknya tidak memaksakan jembatan setinggi 56 meter dan sepanjang 130 meter itu bisa digunakan untuk arus mudik 2016.
"Itu kalau jembatannya bisa, tapi saya tidak memaksa, karena ini tingginya 56 meter jadi harus hati-hati betul," tandasnya.
Basuki meninjau jalan yang akan digunakan untuk jalur mudik yang masih berupa tanah. Nantinya jalan tersebut akan berupa WLC atau Wet Lean Concrete sehingga tidak berdebu.
![]() |
"Jembatan diupayakan terus, kalau bisa, ini bisa terus ke Salatiga, keluarnya di Suruh, Karanggede jadi tidak lewat Kota Salatiga, sehingga bisa mengurai kemacetan di Salatiga," terangnya.
Kemudian menteri didampingi pihak Trans Marga Jateng melihat jalur di seberang jembatan yaitu Desa Delik, Tuntang, Salatiga. Jalur tersebut sudah siap dilalui untuk mudik dan tembus di daerah Suruh.
"Yang di sini idenya kami memecah arus lalu lintas yang ke Yogya dan Solo dari Bawen. Kalau keluarnya dari Bawen saja, khawatirnya tidak bisa memecah macet di pintu Bawen," pungkasnya.
Diketahui, Proyek tol Semarang-Solo seksi III yaitu Bawen-Salatiga memiliki panjang 17,5 kilometer (km). Ada dua jembatan yang membentang yaitu jembatan Tuntang sepanjang 370 meter dan jembatan Sanjoyo sepanjang 150 meter.
![]() |
Tol Bawen-Salatiga rencananya akan dibuka sementara satu arah untuk arus mudik 2016 pada H-7 atau Lebaran. Nantinya akan ada tim yang mengecek ulang untuk kesiapan tol tersebut.
"Nanti dari tim gabungan ada Kakorlantas, PUPR, Bina Marga, Dirjen Perhubungan Darat, nanti tentukan secara safety bisa tidak," kata Direktur Teknik dan Operasi TMJ Jateng, Arie Irianto.
Saat ini masih dilakukan proses pengerukan bukit yang dilewati tol, namun hal itu tidak bisa rampung sesuai rencana sehingga prosesnya dilakukan sampai titik aman yang sudah ditentukan dan bisa dilewati mobil kecil. Setelah arus mudik selesai, pengerukan akan kembali dilanjutkan.
"Saat mudik nanti tetap bisa dilewati mobil," pungkasnya. (alg/wdl)














































