"Impor sampai tahun ini hanya 700 ribu ton, tahun kemarin 1,4 juta ton. Bahwa pada bulan ke-5 ini sudah mau masuk bulan ke-6 atau hampir 4 hari lagi, impor kita turun 50%," ujar Amran, saat melakukan panen jagung integrasi sawit di Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nanduo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (27/5/2016).
Selain itu, kata dia, pemerintah juga lebih aktif menyerap jagung dari petani ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar harga jagung di petani tak lagi anjlok seperti tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, sambung Amran, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa swasembada jagung dalam waktu dekat jika tren positif ini terus berlanjut.
"Kita doakan (swasembada), bergerak positif (produksi). Kenapa? Kami lihat impornya sampai hari ini turun 50%," pungkasnya. (wdl/wdl)










































