Direktur Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini AP II memiliki 2 bandara besar yaitu Soekarno-Hatta dan Kualanamu. Bandara Soekarno-Hatta akan dijadikan hub, sedangkan Kualanamu dijadikan sub hub. Bandar Udara Internasional Kualanamu sendiri diprediksi akan menjadi salah satu bandara paling diminati di Indonesia, dan menjadi transit airport yang menyaingi Bandara Bangkok, Kuala Lumpur dan Singapura.
"Secara khusus Kualanamu memiliki tanah hampir 1.000 hektar, dan kapasitas yang luas, ini yang harus kita banggakan untuk mewakili kegiatan-kegiatan di Sumatera secara khusus. Menjadikan Kualanamu sebagai titik pusat kegiatan penerbangan apabila ada kegiatan movement ke luar negeri," ungkap Budi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Kita akan mendorong kapasitas bangunan, dengan mengakomodasi kapasitas yang lebih banyak di terminal yang sudah ada," ungkapnya.
Dari data yang dimiliki oleh International Air Transport Association (IATA), Indonesia di tahun 2034 diprediksi akan berada di posisi 6 arus penumpang bandara terbanyak di dunia di bawah China, Amerika, India, UK dan Brazil. Hal ini dirasa menjadi suatu keuntungan bagi kerjasama antara AP II dan GVK.
Budi sendiri mengaku pihaknya membidik pasar umrah dan penerbangan ke Eropa sebagai bagian dari target kerja sama dengan GVK ini. Ia mengklaim, sekitar 50% penumpang umrah yang selama ini menggunakan Bandara Soekarno-Hatta menjadi transitnya, akan beralih ke Bandara Kualanamu. Sehingga Bandara Soekarno-Hatta juga akan mendapatkan porsi yang lebih banyak untuk membuka rute baru di penerbangan internasional seperti Jakarta-Buthan atau Jakarta-Soporo.
"Jumlahnya bisa sampai 4 pesawat dalam sehari (umrah). Jadi kalau 50% nya saja beralih ke Kualanamu, ada 2 pesawat untuk umrah dalam sehari itu sudah besar sekali. Belum lagi yang ke Eropa. Bisa jadi nanti 20-30% orang Sumatera itu bisa lewat Kualanamu. Makanya nanti kalau ada yang di luar umrah, katakanlah ada 4-6 pesawat berbadan lebar terbang dari sini. Jadi satu sisi membangun kekuatan ekonomi. Kedua, efisiensi jadi tidak usah bolak balik. Ketiga, meningkatkan tujuan-tujuan luar negeri yang lain di bandara Jakarta," tuturnya.
![]() |
Bandara Kualanamu saat ini memang sangat diusahakan secara cepat untuk bisa memperbaiki pelayanannya sebagai proyeksi mengurangi penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Baru-baru ini Dirut AP II juga mengatakan akan membangun Hotel Bintang 3 dan PLTU 50 MW di Bandara ini.
"Untuk PLTU, kita lagi studi dan komunikasi dengan PLN apakah diizinkan itu dilakukan di Kualanamu. Update terakhir kita tunggu beberapa hari ini, nanti Adhi Karya sebagai kontraktor akan ke PLN dan dapat penjelasan. Sementara untuk hotel saat ini sudah selesai tender. Bulan depan sudah mulai dilaksanakan pengerjaannya, pengerjaannya tahun depan selesai," tutupnya.
![]() |
Bangun Toilet di Danau Toba
PT Angkasa Pura II (Persero) membangun 10 toilet bersih di Danau Toba untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di kawasan tersebut.
Secara simbolis toilet di 10 titik kawasan Danau Toba sebagai sumbangan CSR PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur AP II Budi Karya Sumadi kepada Bupati Simalungun JR Saragih bertepatan dengan acara Kementerian BUMN di Parapat, Danau Toba, hari ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan institusi lainnya juga dapat ikut berperan serta dalam mendukung dan mengembangkan pariwasata kawasan Danau Toba yang dicanangkan pemerintah sebagai Monaco of Asia.
"Salah satu komitmen kami terhadap masyarakat atau warga di kota di mana bandara AP II beroperasi adalah melalui program CSR yang dapat memberikan nilai positif secara berkelanjutan. Kami berharap sumbangan toilet di 10 titik kawasan Danau Toba ini akan bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan pariwisata serta mendorong institusi lainnya juga ikut membantu pariwisata di Danau Toba," kata Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero) Agus Haryadi dalam keterangan tertulis.
PT Angkasa Pura II (Persero) sendiri saat ini mengelola Bandara Silangit yang merupakan bandara terdekat dengan kawasan Danau Toba.
Melalui sinergi BUMN, PT Angkasa Pura II (Persero) dan Garuda Indonesia telah menjado pionir dalam penerbangan langsung perdana Jakarta - Silangit pada tahun ini. Adapun setelah penerbangan perdana tersebut, menyusul Sriwijaya Air membuka penerbangan Jakarta-Silangit.
Penerbangan langsung dari Jakarta menuju Silangit akan sangat mendukung pertumbuhan pariwisata di kawasan Danau Toba. (ang/ang)














































