"Ini transaksi untuk kemarin saja sudah Rp 2 miliar lebih. Hari ini semoga lebih lagi," kata Kasubdit Kemitraan Usaha BKPM, Bagus Manik Adji, ketika berbincang di lokasi pameran di Vientiane, Laos, Sabtu (28/5/2016).
Total transaksi yang disampaikan Manik yaitu untuk pameran pada Jumat, 27 Mei 2016. Pameran sendiri akan berlangsung hingga Minggu, 29 Mei 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Stand batik US$ 1.024
2. Produk herbal LAK 2.700.000
3. Produk makanan LAK 250.000
4. Produk manufaktur LAK 537.000 dan US$ 20.000
5. Produk pertanian LAK 500.000
6. Bedo group (craft/fashion) US$ 2.070
7. Sektor pendidikan US$ 175.000 (50 calon mahasiswa)
Jumlah tersebut menurut Manik belum dari keseluruhan produk yang terjual dalam pameran. Untuk hari ini pula, Manik mengaku akan meng-update kembali total transaksi yang didapatkan.
"Nanti saya update lagi untuk hari ini," jelasnya.
Untuk hari ini, para pengusaha Indonesia yang ikut dalam pameran tersebut difasilitasi oleh KBRI Laos untuk business matching dengan sejumlah pengusaha Laos. Diharapkan ke depannya, perusahaan antar negara itu bisa berkolaborasi.
Sejumlah produk yang dipamerkan yaitu seperti PT Eagle Indopharma (minyak kayu putih Cap Lang), Anggana Catur Prima (produk saos Dua Belibis), Tiga Pilar Sejahtera Food (snack Taro), Garuda Indonesia, Deltomed Laboratories (Antangin JRG), Mikatasa Agung (Lem Rajawali), PT Surabaya Indah Permai (Safe Care), Softex Indonesia, Gajah Sungging Carving, Enggar Collection (batik), Batik Hatta, YYE Batik, Bunga Batique, Batik Sekar Setaman, Radhita Collection, Indress, Utty's Craft, BEDO, Berkat Mengalir Abadi, AMIGA, Label & Love, Unique Bali, Spa Factory Bali, Naputo Bali, President University, Panairsan Pratama, Trias Indra Saputra, Dahliah Duta Utama, Ditjen Dikti, Trident Lao, PT Kyoda Mas Mulia, dan PT Rekadaya Mukti Adiprima. (dhn/ang)











































