Awalnya, Emir tidak terlalu menaruh ekspektasi terlalu tinggi mengingat jumlah penduduk di Laos yang tidak banyak serta baru pertama Indonesia menggelar pameran seperti itu. Oleh sebab itu, dia pun sempat berpikir bahwa perusahaan-perusahaan Tanah Air bakal hanya mengenalkan produk sebelum langsung melakukan transaksi atau menginisiasi kerja sama.
"Saya surprise bisa transaksi sebesar itu. Awalnya mungkin bisa kenalan atau bagaimana tapi ini langsung," kata Emir ketika berbincang di lokasi pameran di Vientiane Center, Sabtu (28/5/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prospek ke depannya nanti kita lihat. Tadi juga sudah business matching. Ke depannya nanti apakah akan bekerja sama, distribusi, atau bagaimana. Ini langkah awal, kemitraan dulu," kata Emir.
Hasil dari business matching sendiri sebagai berikut:
1. BEDO (aromatherapy) - Hotel Setha Palace
2. PT BKP - Deluxe Food Group Lao
3. PT Tiga Pilar Sejahtera Food - Saythirath distributor makanan
4. PT Angkasa Pura Support - Wattay Airport
5. Dahlia Duta Utama - UMG Lao dalam bidang industri pupuk, bukan pabrik
6. PT Panairsan - ABT Construction
7. PT Trias Indra - EDL (PLN Lao)
8. PT Anggana Catur Prima - NNC Lao bidang kesehatan
9. PT Eagle Indopharma - Palamy Pharma (dha/feb)











































