Meneg BUMN: Saat Ini Garuda Tidak Diperhitungkan di Asia

Meneg BUMN: Saat Ini Garuda Tidak Diperhitungkan di Asia

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2005 12:38 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Soegiharto meminta jajaran direksi Garuda memperbaiki internal dan eksternal perusahaan. Pasalnya, saat ini Garuda merupakan airline yang tidak diperhitungkan di Asia. Hal ini disampaikan Soegiharto dalam pidatonya saat serah terima jabatan Dirut Garuda dari Indra Setiawan kepada Emirsyah Satar di kantor Garuda Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2005). "Garuda harus memperbaiki masalah internal dan eksternal perusahaan, sehingga bisa lebih kompetitif dan tidak terus menerus merugi. Karena bagaimana pun, pemerintah sudah menjadikan Garuda sebagai national flag carrier," kata Soegiharto. Menurut dia, saat ini pamor Garuda sudah turun. "Garuda sama sekali tidak masuk dalam daftar airline yang dipergitungkan di Asia. Makanya pemerintah menginginkan Garuda menghadapi global competition yang lebih baik," tegasnya. Pada kesempatan itu, Soegiharto juga mengungkapkan bahwa pergantikan direksi Garuda ini seharusnya sudah dilakukan dalam program 100 hari SBY-Kalla. "Tapi, waktu itu bertepatan dengan Lebaran, Natal dan disusul bencana Tsunami, pemerintah akhirnya menunda restrukturisasi menajamen Garuda," kata dia. Sebenarnya, manajemen Garuda di bawah Indra Setiawan sudah habis masa jabatannya sejak Juni 2003. "Jadi, memang ada hal yang tidak lazim, karena kondisinya menggantung selama dua tahun," jelas Soegiharto. Direksi dan KomisarisJajaran direksi Garuda yang baru diangkat berdasarkan keputusan Meneg BUMN dengan Skep nomor 104/MBU/2005 tentang pemberhentian dan pengangkatan direksi Garuda. Sedangkan pemberhentian dan pengangkatan komisaris Garuda berdasarkan Keputusan Meneg BUMN nomor 104/MBU/2005. Jajaran direksi yang baru adalah Emirsyah Satar sebagai direktur utama merangkap direktur keuangan, dan Soenarko Koentjoro dan Agus Priyanto sebagai direktur. Sedangkan jajaran komisaris yang baru adalah Abdul Gani sebagai komisaris utama, dan Goernarni Soeworo, Bambang Wahyudi, Slamet Riyanto, dan Aris Mufti sebagai komisaris. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads