"Sebenernya kita sudah swasembada protein. Kita sudah ekspor ayam, domba, kemudian ikan banyak. Kita butuh protein, bukan sapi," ujarnya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian Nasional 2016 di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (31/5/2016).
Amran mengungkapkan, kandungan protein hewani yang berasal dari daging hewan lain justru lebih kaya ketimbang daging sapi sendiri. Di sisi lain, populasinya juga cukup banyak di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Menteri asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini menuturkan, daging-daging alternatif tersebut juga lebih baik ketimbang sapi dari sisi kesehatan.
"Dan ikan (protein 17%). Tidak ada tekanan darah tinggi kemudian jangan makan ikan, ayam termasuk yang tidak pernah dilarang (karena darah tinggi). Ayam kita melimpah," ujar Amran.
Dia melanjutkan, masifnya kecenderungan protein hewani dari konsumsi daging harus segera diluruskan.
"Jadi tolong Kadis (Kepala Dinas Peternakan) sampaikan swasembada protein seluruh Nusantara agar mengerti apa sih maksudnya," pungkas Amran. (ang/ang)











































