Demikian disampaikan oleh Kepala BPS, Suryamin, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/6/2016).
"Inflasi year on year adalah 3,33%, sedangkan laju inflasi inti 0,23% dan inflasi inti year on year adalah 3,41%," jelas Suryamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,92%.
Suryamin memaparkan, inflasi terjadi kepada semua kelompok barang. Pertama bahan makanan yang mengalami inflasi 0,3%. "Banyak kelompok pangan yang deflasi sehingga mendorong inflasi kecil. Misalnya beras, ikan segar, tomat segar, cabai yang biasanya bermasalah, sekarang malah deflasi," jelas Suryamin.
Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,57%. Ini karena kenaikan harga gula pasir.
Lalu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya mengalami inflasi 0,02%.
Selain itu, BPS mencatat, kelompok sandang mengalami inflasi 0,44%, kesehatan inflasi 0,27%. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga inflasi 0,03%. Terakhir kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,21%. (wdl/ang)











































