RI Ingin Gabung ke Trans Pacific Partnership, Ini Pandangan Kadin

RI Ingin Gabung ke Trans Pacific Partnership, Ini Pandangan Kadin

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 11:39 WIB
RI Ingin Gabung ke Trans Pacific Partnership, Ini Pandangan Kadin
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia bergabung dalam perjanjian perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP) didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,

Ketua umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, berpendapat daya saing industri Indonesia akan terdorong karena harus memenuhi standar TPP.

Tentu persiapan-persiapan perlu dilakukan sebelum Indonesia bergabung dalam TPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut Kadin, arah itu harus kita lakukan. Persiapan harus dilakukan. Ini seperti perusahaan mau go public, kita harus persiapkan, kita transparansi, perpajakan kita bereskan, hal-hal itu semua kita bereskan. Ini yang

harus kita lakukan supaya industri kita maju, bisa berkompetisi. Ini sangat bagus," ucap Rosan dalam sambutannya saat membuka Rakernas Kadin Bidang Hubungan Internasional di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu

(1/6/2016).

Wakil Ketua Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W Kamdani, menambahkan bahwa perlu peningkatan koordinasi pemerintah dan dunia usaha dalam diplomasi perdagangan.

"Pemerintah dan dunia usaha harus bersinergi untuk mencapai kerja sama bisnis internasional yang optimal dan memposisikan Indonesia sebaik-baiknya dalam diplomasi perdagangan global," tuturnya.

"Kadin juga akan melakukan konsultasi bersama untuk menyampaikan competitive map dari produk-produk ekspor kepada negara-negara yang berkaitan dengan trade agreement yang sudah disepakati. Di tengah makin

bebasnya perdagangan dunia, meningkatnya daya saing semakin penting," dia menambahkan.

Menurutnya, yang doperlukan saat ini adalah formulasi perlindungan kerja sama ekonomi regional dan bilateral dalam perjanjian-perjanjian itu.

"Trade remedies terhadap produk ekspor Indonesia perlu disikapi bersama pemerintah untuk mempertahankan pangsa pasar baik di luar negeri maupun di dalam negeri," pungkasnya. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads