BPS: Kalau Harga Gula Naik Terus, Pemerintah Harus Impor

BPS: Kalau Harga Gula Naik Terus, Pemerintah Harus Impor

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 15:01 WIB
BPS: Kalau Harga Gula Naik Terus, Pemerintah Harus Impor
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Harga gula masih terus merangkak naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan gula pada Mei 2016 mencapai 7,4% dan memberikan andil terhadap inflasi 0,04%.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah harus mengambil tindakan cepat yaitu dengan cara impor.

"Kalau nanti harganya naik terus, maka harus ditutupi impor," ungkap Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di kantornya, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasokan gula harus ditambah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Apalagi menjelang bulan puasa dan lebaran Idul Fitri. Di mana permintaan gula meningkat cukup signifikan.

Besar peluang adanya penurunan harga pasca dilakukan impor. Walaupun juga dipengaruhi oleh harga jual gula di luar negeri.

"Kalau impor harga di luar negeri murah ya tentu saja bisa menurunkan. Kalau harga di luar negeri nggak kompetitif kan juga susah kan," terangnya.

Sementara untuk peningkatan produksi dalam negeri, Sasmito tampak ragu akan berhasil dalam waktu dekat. Sebab untuk menghasilkan gula dari tebu membutuhkan waktu sekitar enam bulan,

"Produksi itu umumnya mengandalkan tebu, tebu kan umurnya panjang, 6 bulan. Jadi nggak bisa langsung ditanam terus langsung panen," ujar Sasmito. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads