JK: ASEAN Harus Bersatu untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Setara

Laporan dari Kuala Lumpur

JK: ASEAN Harus Bersatu untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Setara

Ferdinan - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 16:35 WIB
JK: ASEAN Harus Bersatu untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Setara
Foto: Ferdinan
Kuala Lumpur - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antar negara-negara ASEAN. Kerja sama yang mengutamakan kesetaraan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara kawasan Asia Tenggara.

"Tentang ASEAN saya sangat bahagia, ASEAN saat ini tumbuh menjadi sebuah komunitas yang kuat dibanding organisasi lainnya. Saya rasa ASEAN lebih maju karena menjadi sebuah kesatuan," kata Wapres JK dalam World Economic Forum (WEF) on ASEAN bertemakan 'Shaping the ASEAN Agenda for Inclusion and Growth' di Shangri-La Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (1/6/2016).

Negara-negara Asia Tenggara, menurut JK, harus bersatu dalam membangun konektivitas termasuk untuk membuat standardisasi di bidang industri. Dengan konektivitas ini, diharapkan negara-negara ASEAN bisa berkembang secara bersama-sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Filosofi kami kesetaraan dan kesejahteraan yang sama dengan negara lain. Mengenai kesetaraan ialah kerja keras. Kita harus bekerja keras untuk adanya sebuah inklusif. Bagaimana meningkatkan level dari UMKM menjadi lebih aktif karena itu kami membuat program besar inklusi keuangan," imbuh dia.

JK memberi contoh soal konektivitas yang dibangun di Indonesia sebagai negara kepulauan. Konektivitas dengan pembangunan infrastruktur memadai dapat menggerakkan roda ekonomi sebuah wilayah.

"Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan memang sulit konektivitas, tapi kami upayakan hal tersebut. Prioritas pertama infrastruktur berbagai hal termasuk listrik. Dalam inklusi meningkatkan sektor pertanian, konektivitas pertanian sangat penting dan untuk membuat lapangan kerja meningkat sangat penting konektivitas," papar dia.

Di depan kepala negara yang hadir di antaranya Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, PM Kamboja Hun Sen, PM Timor Leste Rui Maria Araujo dan Wakil PM Vietnam Trinh Dinh Dung, JK menjelaskan kondisi politik dan keamanan yang stabil. Faktor ini disebut penting untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia stabil tidak banyak masalah dalam politik. Di ASEAN, politik dan keamanan jadi modal utama kita dalam kerja sama. Indonesia bekerja meningkatkan kesetaraan. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim ini jadi contoh bagaimana pluralisme jadi modal untuk tumbuh," sambungnya.

Karena itu, kerja sama antara negara ASEAN harus didorong untuk membuat manfaat bagi kawasan Asia Tenggara dengan meningkatnya investasi. Meskipun masing-masing negara berkompetisi, namun diharapkan kompetisi tersebut dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil.

"ASEAN selain bekerja sama juga berkompetisi. Contohnya tenaga kerja banyak perusahaan besar telah membuat kita berkompetisi seperti garmen, pabrik sepatu ok, kita buka pabrik di sini jika harganya cocok dan mereka menjualnya ke negara lain dengan harga lebih mahal. Ini bukan kesetaraan, tapi kita harus bekerja sama dengan seluruh dunia, kita tidak harus memaksa tenaga kerja berkompetisi ke negara dengan upah murah," katanya.

"Bagaimana bisa terjadi kesejahteraan, di sini ASEAN bisa bekerja sama. Karena jika dunia atau Anda memberikan lebih banyak penghasilan kepada rakyat di suatu negara, pembeli memiliki kemampuan daya beli yang sangat besar itu akan lebih baik lagi," imbuh JK.

Sementara itu, PM Najib mengatakan bahwa negara-negara ASEAN kini tumbuh dan berperan terhadap perkembangan ekonomi global. Menurutnya, perlu tindaklanjuti kerja sama untuk membangun integrasi kawasan Asia Tenggara.

"ASEAN kini memiliki ekonomi terbesar ketujuh di dunia dengan GDP USD 2,6 triliun, 625 juta populasi. Potensi ASEAN harus menjadi panggilan untuk kita bertindak," sebutnya.

Di tengah perlambatan ekonomi global, negara ASEAN sambung Najib, menghadapinya dengan membuat kebijakan-kebijakan yang memberi kemudahan dalam berinvestasi.

"Ekonomi di dunia mengalami keterpurukan, tapi kita telah menghilangkan tarif impor mengurangi biaya bisnis, transportasi ditingkatkan untuk barang dan jasa. Negara kita mengubah ASEAN menjadi tujuan investasi yang menarik," katanya. (fdn/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads