Demikianlah diungkapkan Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/6/2016)
"Kita optimistis pertumbuhan ekonomi 5,3%. Kalau memang tidak ada kebijakan apapun memang bisa cuma 5-5,1%. Tapi ada langkah yang dilakukan pemerintah seperti tax amnesty dan itu mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, ada serangkain kebijakan lainnya yang mampu mendorong perekonomian. Untuk komponen konsumsi rumah tangga, pemerintah menaikkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), memberikan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menjaga inflasi.
"Konsumsi rumah tangga masih akan tinggi dan pendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun pada awal tahun masih rendah," jelasnya.
Kemudian adalah komponen investasi. Langkah pemerintah di antaranya, penyederhanaan perizinan usaha, penurunan harga gas industri dan tarif listrik serta pemberian insentif fiskal kepada kalangan dunia usaha.
Pemerintah juga merealisasikan belanja untuk yang bersifat produktif. Di samping juga mempercepat realisasi belanja pemerintah daerah yang selama ini tertahan.
"Pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan investasi," ujar Arif. (mkl/hns)










































