Amran mengungkapkan, dirinya sudah meminta perusahaan-perusahaan ayam terintegrasi besar untuk menggenjot produksi, serta melakukan Operasi Pasar (OP) langsung sebagaimana yang dilakukan Perum Bulog.
"Mereka (perusahaan terintegrasi) kuasai 70% pasar. Kami minta saudara kita produsen bantu masyarakat, hari ini sudah jalan OP dengan harga Rp 30.000-32.500 per ekor," kata Amran ditemui di pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) di Balaraja, Tanggerang, Banten, Rabu (1/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada lagi yang manfaatkan situasi. Mau bulan suci Ramadan ditambah saja volumenya. Berapa saja butuhnya buat OP, (produsen) sudah bilang unlimited. Tadi satu tempat saja (CPI Serang) tambah 25.000 ekor dari produksi harian 70.000 ekor sehari," jelas Amran.
Menteri asal Bone, Sulawesi Selatan ini menuturkan, Indonesia dari sisi pasokan ayam mengalami surplus sampai hari ini.
"Produksi Juni saja ada 252.000 ton daging ayam. Sementara kebutuhan 112.000 ton, artinya ada stok 2 kali lipat. Jadi harap tenang, tak perlu resah," tandas Amran. (feb/feb)











































