Mentan Heran, Produksi Ayam RI Surplus Tapi Harganya Naik

Mentan Heran, Produksi Ayam RI Surplus Tapi Harganya Naik

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 18:49 WIB
Mentan Heran, Produksi Ayam RI Surplus Tapi Harganya Naik
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyatakan sampai saat ini tak habis pikir bagaimana produksi ayam sejak bertahun-tahun lamanya mengalami surplus, namun harga di tingkat konsumen masih saja mahal.

"Ini selalu anomali di ayam. Kalau harganya naik orang berkesimpulan produksinya turun, tapi ayam ini produksi surplus tapi harganya naik," ungkap Amran ditemui di pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) di Balaraja, Tanggerang, Banten, Rabu (1/5/2016).

Dia menjelaskan, dari data yang diterimanya, pada bulan Juni ini saja produksi daging ayam akan mencapai 252.000 ton, sementara kebutuhannya hanya sebesar 112.000 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya produksinya itu 2 kali lipat. Bahkan kita ekspor DOC (day old chicken) ke Myanmar, kita juga lagi penjajakan ekspor ke Jepang. Apa artinya kalau naik? Artinya ada anomali," tegas Amran.

Untuk memaksa harga daging ayam turun saat memasuki bulan puasa, sambungnya, dirinya sudah meminta perusahaan-perusahaan ayam terintegrasi besar melipatgandakan produksi, serta melakukan operasi pasar (OP) sebagaimana yang dilakukan Bulog.

"Mereka (perusahaan terintegrasi) kuasai 70% pasar. Kami minta saudara kita produsen bantu masyarakat, hari ini sudah jalan OP dengan harga Rp 30.000-32.500/ekor," ujar Amran. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads