Mentan: RI Swasembada Jagung Paling Lambat di 2018

Mentan: RI Swasembada Jagung Paling Lambat di 2018

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 19:27 WIB
Mentan: RI Swasembada Jagung Paling Lambat di 2018
Foto: Muhammad Idris
Tangerang - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menargetkan Indonesia sudah bisa swasembada jagung paling lambat di 2018. Menurutnya, saat ini saja impor sudah turun lebih dari 50%.

"Produksi jagung naik terus, impor turun 50%. Kami targetkan mudah-mudahan paling lambat 2018 nggak ada impor lagi," ujar Amran, ditemui di pabrik pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) di Balaraja, Tangerang, Banten, Rabu (1/5/2016).

Amran melanjutkan, dirinya tak main-main dengan target tersebut. Bahkan, dirinya mengupayakan swasembada bisa dipercepat setidaknya di 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada periode Januari-Mei 2016, impor jagung tercatat sebesar 700.000 ton. Sementara di periode yang sama tahun lalu, impor jagung tercatat sebesar 1,4 juta ton, terbanyak untuk perusahaan pakan ternak.

"Tahun depan nol (impor). Tak apa pahit-pahit tapi ujungnya manis, daripada manis pahit manis pahit terus. Anda (pengusaha pakan) nikmati bisnis, tapi ada yang menangis di gunung (petani jagung)," kata dia.

Menteri ini menyebut, pihaknya terus menggenjot produksi jagung dalam negeri, salah satunya lewat program integrasi sawit-jagung. Tahun ini, ditargetkan ada tambahan 1 juta hektar lahan dari integrasi tersebut.

"Tahan impor (jagung) itu salah, kita lakukan dengan penambahan anggaran. Kita akselerasi dengan integrasi sawit dan jagung di 1 juta hektar lahan," tandas Amran.

Dia menjelaskan, saat ini rata-rata harga jagung di tingkat petani yang diserap perusahaan pakan ternak dihargai paling rendah Rp 3.150/kg.

"Sampai di sini (perusahaan pakan ternak) dibeli jagung Rp 3.900/kg. Terakhir beli Rp 3.300/kg, tolong jaga itu. Nggak boleh harga petani di bawah Rp 3.150/kg," tutup Amran. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads