Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, langsung meresponnya dengan meminta perusahaan-perusahaan peternakan ayam terintegrasi skala besar ikut melakukan Operasi Pasar (OP), seperti halnya yang dilakukan Bulog.
"Saya minta 15 perusahaan harus ikut. Itu 15 perusahaan kendalikan 70% pasar (ayam)," kata Amran ditemui di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti harus sudah jalan semua serempak, dari produsen atau pabrik ke konsumen," ujar Amran.
Menurutnya, harga daging ayam di pasar sendiri saat ini sudah turun di bawah Rp 35.000/ekor, satu ekor ayam memiliki berat 900 gram sampai 1 kilogram.
"Di OP jualnya Rp 30.000/ekor, saya dengar di pasar sudah ada yang Rp 32.000/ekor, ada yang Rp 33.000/kg. Kita komitmen perbanyak OP sampai 6 hari plus setelah Lebaran," ungkap Amran.
Sementara itu, Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) Jemmy Wijaya mengungkapkan, OP yang dilakukan perusahaannya tersebut merupakan penjualan ayam langsung pada konsumen untuk pertama kalinya.
"Ini pertama kali karena diminta untuk kontribusi turunkan harga. Kita sebelumnya tak pernah jualan ayam langsung, kita kan lebih fokus ke olahan. Memang kita juga suplai ayam untuk supermarket," tutur Jemmy.
Dia berujar, CPI sendiri menargetkan bisa membuka 20 outlet OP seperti yang diminta pemerintah. Saat ini baru 11 titik OP yang sudah siap menyalurkan daging ayam langsung dari fasilitas pemotongan ke konsumen akhir.
"Kita jalankan dulu 11 outlet, satu tempat kita jual 500 ekor ayam dulu, tapi tak terbatas, kalau ternyata permintaan tinggi kita tambah terus. Sementara baru Jabodetabek, kita rencanakan di kota-kota besar lain di jaringan kita," jelas Jemmy. (ang/ang)










































